Wednesday, December 4, 2019

Mengulik Pemakan Daging Zaman Triassic, Reptil Berkepala Besar Yang Tangguh


Binatang purba, memang memiliki berbagai fakta yang tiada habisnya untuk diteliti. Mulai dari perilaku bertahan hidup, hingga pada ukuran tubuh yang mungkin kita anggap sebagai aneh dan tak lazim. 

Tahukah kamu dari banyaknya hewan purba, ada satu yang memiliki bentuk cukup aneh. Yaitu sebuah reptil, dimana kepalanya jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya. Reptill apakah itu ? Yuk, simak reptil berkepala besar zaman purba berikut. 

Reptil Tangguh Asal Zaman Triassic

Meneliti perkembangan Bumi, memang tidak apan pernah ada ujungnya. Apalagi bentuk serta keadaan Bumi, yang sudah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Salah satu makhluk hidup yang menarik untuk diteliti adalah, mereka yang hidup pada zaman Triassic. Perlu anda ketahui, zaman Triassic adalah dimana sebelum kemunculan dinosaurus. 

Jika kita mengenal T-rex yang hidup pada zaman Jurassik, maka zaman Triassic adalah zaman yang jauh sebelum itu. Hewan yang muncul pada zaman Triassic pun jauh lebih aneh, dan memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan dengan zaman Jurassic hingga zaman sekarang. Salah satu makhluk purba yang cukup aneh adalah Erythosuchids, si reptil berkepala besar. 

Erythrosuchids adalah reptil hypercanivors, yang telah hidup di bumi jauh sebelum kemunculan dinosaurus predator. Dilansir dari harapanrakyat.com, sebuah studi mengatakan bahwa reptil ini hidup antara 250 hingga 238 juta tahun yang lalu. Menurut perkiraan waktu hidupnya, membuat Erythrosuchids termasuk dalam reptil yang hidup di zaman Triassic. 

Reptil Unik Dengan Ukuran Kepala yang Besar

Hal unik dari reptil purba ini adalah,  bentuk kepalanya yang besar. Bahkan reptil berkepala besar ini tidak sebanding dengan ukuran tubuhnya. Jika kita melihat ilustrasi gambar dari Erythrosuchids, mungkin kita akan merasa aneh. Bentuknya seperti sebuah kadal, namun kepalanya melebar dan jauh lebih besar dari seluruh badannya. 

Melihat ukurannya yang sangat besar, para peneliti pun mencari akar dari hal tersebut. Menurut mereka, besar dari kepala Erythrosuchids akibat dari evolusi saat beradaptasi untuk mengisi ekologi. Sehingga menjadi hewan yang hanya makan daging, atau disebut juga dengan hypercarnivores. 

Dengan ukuran kepalanya yang besar ini, reptil Erythrosuchids memiliki rahang serta gigi dengan jangkauan sangat lebar. Bahkan jangkauan dari rahangnya, mampu melebihi para pesaingnya. Tak hanya jangkauannya saja yang lebih luas dan besar, gigi taring yang berada di sekitar mulutnya pun menjadi lebih kuat. 

Melihat ukuranya yang besar, serta kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh gigi serta rahang Erythrosuchids membuatnya menduduki rantai makanan paling tinggi. Melihat dari bentuk badannya, peneliti Richard Butler pun menarik garis keturunannya. Menurut peneliti, Erythrosuchids dekat dengan kelompok burung, dinosaurus, buaya, hingga pterosaurus. 

Ukuran yang Besar, Namun Bobot Relatif Ringan

Melihat keunikan serta pesona dari Erythrosuchids, membuat seorang peneliti bernama Mark Witton semakin ingin menyelidikinya. Bahkan ia merekonstruksi salah satu spesies, yang diberikan nama Garjainia Madiba. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Mark Witton ini, mengungkapkan kembali fakta menarik dari Erythrosuchids. 

Meskipun memiliki kepala yang sangat besar, nyatanya hewan tangguh ini tidak seberat yang dibayangkan. Melalui penelitian yang dilakukan pada tengkorak spesies Erythrosuchids, menunjukkan bahwa sebagian besar tengkoraknya dipenuhi dengan rongga udara. Dengan rongga tersebut, membuat bobot Erythrosuchids relatif ringan. 

Selain spesies reptil berkepala besar, Sesungguhnya ada beberapa hewan lain zaman Triassic yang berhasil ditemukan oleh peneliti. Bersamaan dengan Erythrosuchids, hewan dengan nama Caiman dan Therapsida pun hidup sekita 200 juta tahun yang lalu. Caiman hampir mirip dengan spesies Erythrosuchids, hewan yang hidup di awal periode Triassic ini merupakan family dari buaya. 

Sedangkan untuk Therapsida, merupakan reptil yang seperti mamalia atau dikenal dengan proto mamalia. Sama seperti Erythrosuchids, ia juga memiliki ukuran yang sangat besar, hal ini terbukti dari penemuan fosil Therapsida di Polandia Selatan. Seluruh hewan awal zaman Triassic ini, memang memiliki ukuran yang luar biasa besar dan bentuk unik. Keunikan dan keistimewaannya, memang sangat menarik untuk diketahui. 

Bumi kita telah  hidup sangat tua, bahkan Bumi pun telah melihat perubahan dari satu zaman ke zaman lainnya. Salah satu zaman yang masih menjadi misteri adalah zaman Triassic, dimana hampir 80% permukaan bumi masihlah padang pasir. Memiliki kondisi yang unik, hewan yang hidup pada zaman itu pun memiliki bentuk yang berbeda. Salah satunya adalah para reptil, dengan ukuran kepala besar dan kekuatan yang tiada tanding. 

0 comments:

Post a Comment